Thursday, July 2, 2020

Juli part 2

#Kontemplasi

 Tak Lagi sama  "Aku suka kamu," ucapmu waktu itu, lalu aku tersenyum malu-malu.   Embusan angin yang datang, menyejukan daksa dan atma. Seakan merayakan dua hati anak Adam dan Hawa yang baru saja terpaut. Kau menatapku penuh cinta. Aku membalas dengan tatapan luar biasa gugup.  Rambutku yang menjuntai ke pipi, kau ambil, lalu diletakan ke belakang telingaku. Kau bilang itu menganggu, sebab semburat merah yang terbit di pipiku membuatmu gemas. Jadi, jangan ada yang boleh menutupnya.  Lalu, waktu berjalan begitu cepat. Di tempat yang sama kau menatapku penuh cinta, kini tatapan itu tak lagi kutemukan. Muak. Tergambar jelas di kedua bola matamu. Lalu, aku tergugu. Kau patahkan semua angan-angan yang pernah diharapkan.  "Kita putus saja." Dengan enteng kau ucapkan tiga kata yang membuatku patah.   Aku mencoba meraih tanganmu. Tapi kau dengan cepat tepiskan. Kau bilang jangan sentuh. Tak pantas lagi aku menyentuhmu. Apalagi berusaha menggenggam tanganmu. Aku lagi-lagi tergugu. Tak peduli denganmu yang terlihat sudah sangat muak.   Lalu, aku terjatuh di rerumputan yang pernah menjadi saksi aku dan kau menjadi kita. Angin yang pernah membuatku hangat dan lebih menjadi malu-malu, semuanya terasa dingin, seakan membekukan jiwa.  Waktu lagi-lagi berlalu dengan begitu cepat. Tak terasa. Seakan menepati janji untuk menjadi obat paling ampuh, asal tetap sabar.






Ambon, 03 Juli 2020

Jahra Ely

No comments:

Post a Comment

Menuntutmu

 Assalamualaikum... Kamu dimana , saat ini aku sangat merindukanmu , kamu apa kabar??? Kamu pasti sudah bahagia dengannya saat ini. Semoga k...